Musium virtual Irak akan dibuka

Baghdad Museum
Musium Baghdad mengalami penjarahan saat Saddam terguling
Perusahaan raksasa internet, Google mengumumkan akan menempatkan sebagian besar isi musium nasional Irak di internet mulai bulan Januari tahun depan.

Direktur Eksekutif perusahan mesin pencari internet itu, Eric Schmidt menyampaikan pengumuman ini ketika berkunjung ke musium itu.

Dia mengatakan sebanyak 14 ribu gambar dokumentasi perkembangan peradaban di Irak dari jaman batu hingga ke periode kedatangan Islam akan dipamerkan oleh Google.

Musium Nasional Irak mengalami penjarahan, banyak kehilangan benda bersejarah sesaat setelah Saddam Hussein tumbang ditahun 2003.

Ribuan benda bersejarah yang tidak ternilai harganya dijarah. Sekitar satu pertiga dari benda-benda tersebut sudah ditemukan lagi. Musium itu sendiri sudah dipugar dan diaktifkan kembali.

Pembukaannya sudah tiga kali diumumkan sepanjang enam tahun belakangan, dan yang paling bekalangan adalah bulan Februari tahun ini. Namun situasi keamanan tidak pernah cukup stabil untuk sepenuhnya kembali membuka pintu gerbangnya kepada umum.

Artefak kuno yang terdapat di Baghdab musium

Sejauh ini hanya beberapa galeri saja yang sudah dipugar. Sebagian besar kerja pemugaran itu disponsori oleh Kedutaan Besar Italia, dan pusat penelitian nasional Italia sudah mengadakan 'Musium Virtual Irak' melalui internet, memperagakan banyak dari artefak mesopotamia kuno.

Tetapi Google, dengan sumber-sumbernya yang sangat luas, sekarang merencanakan untuk memamerkan berbagai benda-benda musium itu melalui internet sehingga bisa lebih luas diakses oleh umum, kata Direktur eksekutif Google, Eric Schmidt saat mengunjungi musium tersebut.

''Pada hakikatnya sejarah permulaan peradaban dimulai di sini, dan dilestarikan di musium ini. Kami akan memanfaatkan sumber daya kami secara lebih baik untuk mengupayakan agar gambar-gambar serta berbagai gagasan dari peradaban awal bisa dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia,'' katanya

Mulai bulan Januari 2010, sekitar 14,000 gambar akan bisa dilihat melalui Google di internet, mencerminkan perjalanan perabadan di Irak dari jaman batu melalui Sumeria, Akadia, Babylonia, Assyria dan akhirnya sampai pada periode kedatangan Islam.

Berkunjung sendiri ke musium itu dan hanya melihatnya melalui internet memang tidaklah sama. Namun untuk sementara waktu, untuk mengunjungi musium itu, bagi kebanyakan orang tentulah sesuatu yang belum mungkin dilakukan mengingat keamanan yang masih belum menentu di Irak (www.bbc.co.uk).

Artikel Terkait Lainnya



0 Responses to "Musium virtual Irak akan dibuka"

Poskan Komentar