FPI Siap Mati Tolak Miyabi

http://search.detik.com/images/content/2009/08/20/466/FPI-luar.jpgJakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) telah sampai di rumah produksi Maxima Pictures, yang rencananya akan mendatangkan Miyabi ke Indonesia. FPI bersumpah siap mati demi tolak Miyabi.

"Allahu Akbar! Kami siap mati untuk siapapun yang mem-backingi siapapun yang mendatangi Miyabi. Negara ini sudah hancur, banyak azab. Jangan tambah azab lagi!" demikian teriakkan massa FPI yang berbondong-bondong mendatangi kantor Maxima, Jl. Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2009).

Sekitar 150 orang pria berbaju putih dan bersorban membawa spanduk berisi protes mereka akan rencana kedatangan bintang porno Jepang

"Tolak Miyabi ke Indonesia, Si Penghancur Moral Bangsa," demikian tulisan yang ada di spanduk massa FPI.

Hingga kini massa masih sibuk berorasi. Sesekali mereka berteriak takbir. Massa FPI juga memblokade jalan menuju kantor Maxima. (kee/kee)


http://movie.detikhot..com/read/2009/...-fpi-siap-mati


Artikel Terkait Lainnya



2 Responses to "FPI Siap Mati Tolak Miyabi"

Inspirasi Pemuda.blogspot.com Says :
14 Oktober 2009 05.52

Jangan Salahkan Miyabi!!!

baca artikel HOT ini di Inspirasi-Pemuda.blogspot.com. Wahana Inspirasi dan Informasi Penuh Kontroversi

bangteh Says :
16 Oktober 2009 22.51

Bicara masalah Miyabi, Gua juga turut prihatin,
terlepas dari semua hal-hal bahwa miyabi adalah seorang bintang porno, saya lebih ke "mendukung aksi penolakan kedatangannya", memang miyabi tidak bersalah jika dia tenar, dilirik banyak produser film, dsb.... akan tetapi tadinya miyabi diumur remajanya juga sama seperti anda, dan diantara pekerjaan yang lain, anda lebih suka jadi bintang film porno?, oke untuk anda adalah sebuah pekerjaan professional, profesionalkah dikarenakan anda, terjadi banyak pemerkosaan?, bahkan pada anak dibawah umur? Atau yang dilakukan pada anak kandungnya sendiri? Oke mungkin tidak semua orang-orang akan berbuat seperti demikian, maka saya bilang jangan mengambil sample dalam skala kecil tapi ambillah dalam skala yang besar, lihat jangan satu dua orang, tapi lihatlah semua orang di Negara ini secara keseluruhan.. terus teliti apa penyebab terbesar pemerkosaan yang banyak terjadi.. jawabannya tidak lain ialah dari “tontonan”
terus ada lagi yang nyeletuk gini,toh Negara barat yang negaranya melakukan seks bebas negaranya makmur kok.. yang bikin makmur bukan seks bebasnya.. bukan moralnya yang bejat.. tapi yang bikin makmur adalah usaha mereka yang sungguh-sungguh, cara berpikir mereka yang rasional, dan sekali lagi bukan dari doyan seks bebas lantas negaranya makmur, seandainya mereka moralnya “baik” gua yakin mereka pasti akan lebih maju dari sekarang , lalu dengan sudah tidak perawannya anak2 mereka yang dibawah umur adalah satu prestasi? Atau kawin cerai, gonta ganti pasanagan adalah sebuah kemajuan?, justru menyedihkan..
sebab bicara sebab akibat, kadang kita berpikir terlalu pendek, dan kadang juga seperti kejauhan.. untuk itu terserah kalian mau menilai saya termasuk kategori yang mana..

>> Kemungkinan yang terjadi Andaikan miyabi jadi main film di indonesia

1. filmnya "laku", setiap orang dewasa yang tidak asing dengan internet sudah dapat dipastikan tahu siapa miyabi itu, seterusnya dia penasaran, beli tuh film, dan ceritain ke temennya yang belum nonton..

2. Orang yang tidak tahu sekalipun jadi tahu dari temennya yang udah nonton, "efek cluster" ujung2nya akan jadi pembicaraan diantara orang dewasa, dan biasanya adik2nya yang masih kecilpun ikutan nguping dan terrrr ssebarlah di kalangan anak dibawah umur mengenai siapa miyabi itu,

3. tidak hanya berhenti disitu, seperti saudara penulis artikel ini sampaikan.. maka orang-orang yang belum tau pun semakin dibuat penasaran, dan akhirnya mencari lebih jauh tentang siapa "dia".. jawabannya gak usah repot nyari di internet, di lapak2 pinggir-pinggir pasar banyak dijual bebas dengan harga cuma 5000 perak..

4. dengan lakunya film ini nantinya, maka mulai bermunculanlah film2 sejenis (walaupun hal ini udah banyak terlihat di film2 bergenre remaja abg) bahkan pendukungnya bukan lagi bertambah banyak , tetapi juga begitu "militan" :), dan film yang specialist porno pun sudah tidak malu-malu dibuat untuk public, Jadilah kita seperti Amerika..negara penganut seks beas..tapi dalam versi yang “primitif”. Apa jadinya?

Poskan Komentar