Air Laut Mati Kian Menyusut





Laut Mati (Dead Sea) dikenal sebagai titik terendah permukaan bumi dan mengandung kadar garam yang tertinggi, di mana para turis dapat mengapungkan diri di atas air sambil membaca koran karena daya apung tersedia akibat garam dan kandung kimia.


Namun, sebagaimana diberitakan Xinhua memgutip laporan harian Ha’aretz, Kamis (3/9) disebutkan, air Laut Mati mengalami penyusutan semakin cepat dalam dua tahun terakhir dibanding penyusutan rata-rata selama dekade terakhir.

Menurut data, penyusutan air Laut Mati pada 1998-2007 rata-rata menyusut 98 cm per tahun, namun tahun lalu tercatat penyusutan mencapai 138 cm dan tahun ini hingga Agustus telah menyusut 113 cm, kata suratkabar itu mengutip pejabat Badan Pengelola Air Israel.


Beberapa tahun terakhir ini, danau di sana mengering akibat campuran dari penguapan, berkurangnya air dan aktivitas manusia. Sementara itu, pemerintah Israel melalui Menteri Kerja Sama Regional Israel Silvan Shalom pada Juni mengusulkan suatu proyek raksasa untuk mengalirkan air Laut Merah ke Laut Mati.


Namun, rencana negara Yahudi itu banyak ditentang para pegiat lingkungan. Bahkan, dalam beberapa tahun lalu sempat muncul perdebatan mengenai rencana memompa air Laut Mediterania ke Laut Mati.


Laut Mati merupakan danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania pada 417,5 meter di bawah permukaan laut dan merupakan titik terendah di permukaan bumi.

Karena kadar asin yang tinggi, Laut Mati tidak mungkin dihuni makhluk hidup. Oleh sebab itu disebut Laut Mati. Namun, dari hasil penelitian, ada beberapa jenis bakteri bisa hidup di sini.

source:harian-global

Artikel Terkait Lainnya



0 Responses to "Air Laut Mati Kian Menyusut"

Poskan Komentar