Mengungkap Kota Rahasia di Bawah Tanah ‘Burlington City’


entrance_1_ip_103628_470x353


Inilah proyek rahasia Inggris tahun 50-an yang dokumennya bisa diakses publik. Secara diam-diam pemerintah Inggris membangun kota rahasia di bawah tanah yang terletak di tempat paling tersembunyi di pedesaan Wiltshire. Kota darurat ini dapat menampung sekitar 4000 orang termasuk perdana menteri, anggota cabinet, para staf pendukung. Namun tidak termasuk anggota keluarga masing-masing.


Bagaimana latar belakangnya pemerintah Inggris masa PM Harold McMillan membangun kota rahasia di bawah tanah yang diberi nama Burlington City, padahal Perang Dunia II telah berakhir.


Pada bulan Desember, Radio BBC4, sebuah program membuat film documenter tentang kunjungan mereka ke sebuah banker tua yang terletak di tempat sangat terpencil dan tersembunyi, di pedesaan Wiltshire. Ternyata tempat tua yang berada jauh di bawah tanah didesain mirip sebuah ‘kota’ darurat. Konon ‘kota di bawah tanah’ ini dibangun untuk benteng perlindungan pemerintah Inggris selama masa perang.


Dulunya tempat ini amat sangat rahasia, hanya diketahui oleh orang-orang tertentu. Hal tersebut dimaklumi, mengingat tempat inilah alternative terakhir perlindungan jika terjadi sesuatu, seperti missal, Inggris dibumihanguskan musuh. Karenanya kerahasiaannya amat sangat dijaga. Tapi kini tempat itu tidak rahasia lagi alias sudah bisa diakses umum. Sekalipun tentu saja untuk datang ke sana harus memiliki ijin tertentu.


Kompleks kota di bawah tanah itu, digambarkan sangat luas dan lumayan lengkap untuk sebuah tempat darurat. Kota rahasia itu diberi nama Burlington City. Rencananya, kota itu akan menjadi pusat pemerintahan darurat selama perang. Mereka yang ‘berhak ‘ tinggal di sana, katanya, adalah orang-orang penting di pemerintahan, anggota cabinet, termasuk staf pendukungnya. Konon, Burlington City dapat menampung sekitar 4000 orang. Namun, rencana penampungan tersebut tidak termasuk para anggota keluarga masing-masing.


Burlington City dibuat masa pemerintahan Perdana Menteri Inggris, Harold McMillan sekitar tahun 50-an. Entah kekhawatiran apa yang mendera pemerintahan Harold McMillan sampai-sampai membuat bunker ini, padahal Perang Dunia II telah berakhir.


Dikisahkan, tempat ini awalnya adalah bekas tambang batu dengan luas 240 are. Karena bekas tambang, maka di dalamnya sudah terbentuk jaringan jalan sepanjang 60 mil yang memudahkan perjalanan di bawah tanah sampai ke atas. Sebagai tempat darurat, bunker rahasia ini tergolong lengkap karena ada stasiun kereta api juga pab dan café tempat bersantai.


Benteng pertahanan yang telah dilengkapi dengan perlengkapan yang cukup sehingga penduduknya dapat bertahan hingga tiga bulan di dalam tanah. Tiga generator dipakai untuk menerangi seluruh kompleks termasuk menyediakan suhu yang nyaman hingga 20 drajat celcius. Juga disediakan rumah sakit, kantin, instalasi mengelola air bawah tanah dan danau. Burlington dibanggakan sebagai sentral telepon terbesar kedua di Inggris dan sangat penting dimiliki BBC studio. Jadi, Perdana Menteri dapat dihubungi kapanpun dibutuhkan.


Yang luar biasa, puluhan tahun kota rahasia ini tersembunyi rapat dan baru setelah Perang Dingin berakhir tahun 1991, hal tersebut diungkap ke public. Kemudian MOD mengambil alih pengelolaan tempat tersebut. Sejak ini maksud dan tujuan proyek rahasia itu telah ditutup. Benda-benda yang ada di sana, dibiarkan menjadi barang tua yang tak berguna.


Dalam film documenter itu, masih terlihat, sisa-sisa tempat tidur, kursi-kursi untuk kantor darurat, juga stasiun radio, dll. Meski terbengkalai tempat ini tetaplah menjadi bagian dari sejarah perjalanan Inggris.MATABUMI.COM

source:----------------------------------------------
http://unik77.blogspot.com/2009/06/inilah-rumah-rumah-kejepit-di-dunia.html
http://www.matabumi.com/berita/hot%21%21-mengungkap-kota-rahasia-di-bawah-tanah-%2523039%3Bburlington-city%2523039%3B
http://www.bbc.co.uk/wiltshire/underground_city/

Artikel Terkait Lainnya



0 Responses to "Mengungkap Kota Rahasia di Bawah Tanah ‘Burlington City’"

Poskan Komentar