Ilmuwan Temukan 'Missing Link' Anjing Laut

Ilmuwan Temukan Missing Link Anjing Laut

AP

PARA ilmuwan berhasil menemukan fosil berang-berang yang merupakan jawaban dari missing link awal sebuah evolusi anjing laut dan walrus. Struktur tulang jari-jari fosil berang-berang itu menunjukkan kemiripan dengan struktur jari-jari bersayap pada anjing laut dan walrus.

Kaki dan anatomi tubuh berang-berang purbakala itu menunjukkan langkah awal adaptasi pembentukan dan pengembangan flipper (kaki dayung) untuk bisa hidup di laut.

"Ini penemuan yang sangat fantastis karena kita mendapat jawaban dari sebuah missing link

Meski begitu, Rybczynski menyatakan fosil berang-berang yang berusia 23 juta tahun lalu itu tidak memiliki hubungan leluhur dengan anjing laut dan walrus seperti yang dikenal saat ini. Namun, Rybczynski meyakini masih terkait dari cabang spesies yang berbeda.

"Ini bisa dibuktikan dari anatomi dan struktur tulang jari-jari kakinya. Dimana pada anjing laut dan walrus sudah terevolusi menyerupai dayung," katanya.

Fosil yang ditemukan di Pulau Devon di wilayah arctic Kanada ini diberinama
'Puijila darwini' yang berarti gabungan makna kata dari hewan mamalia laut dan penghargaan terhadap Charles Darwin yang menemukan teori evolusi.

Puijila memiliki panjang satu meter, diukur dari moncong hingga ujung ekor. Fosil ini diduga mirip berang-berang sungai tetapi memiliki moncong pendek,
mata besar dan ekor tipis.

Fosil Puijilla ini ditemukan di sedimen danau Arctic Kanada yang pada masa lampau merupakan daratan. Dilihat dari struktur giginya, Puijilla memangsa ikan, burung dan tikus karena memiliki rahang yang kuat untuk menjepit dan memotong daging. (OL-02)
keberadaan anjing laut dan walrus," kata Natalia Rybczynski, peneliti dari Museum Alam Kanada, kemarin.

----------------------
source:http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/71276/45/7/Ilmuwan-Temukan-Missing-Link-Anjing-Laut

Artikel Terkait Lainnya



0 Responses to "Ilmuwan Temukan 'Missing Link' Anjing Laut"

Poskan Komentar