Antasari Azhar Resmi Tersangka

Antasari Azhar

Jumat, 1 Mei 2009 | 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejaksaan Agung RI telah menerima surat rujukan dan permintaan pencekalan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar karena telah menjadi tersangka pelaku pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

"Kami terima surat pemberitahuan dari Mabes Polri untuk Kejagung dan Pimpinan Ketua KPK yang isinya bahwa penyidik Polri sedang melakukan penyidikan terhadap kasus pembunuhan berencana terhadap diri korban Nasrudin Zulkarnaen di wilayah Tangerang. Salah satu tersangka pelaku intelektual kasus pembunuhan berencana ini adalah Antasari Azhar," ujar Kapuspen Kejagung RI Jasman Panjaitan kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Jumat (1/5).

Menurut Jasman, Kejaksaan telah menerima surat dari Mabes Polri termasuk permintaan pencekalan terhadap tersangka Antasari.

"Kami mendapat surat resmi dari Mabes 30 April 2009 dengan permintaan untuk mencekal yang diduga terlibat dengan tindak pidana. Jadi, mulai hari ini, kami lakukan pencekalan terhadap yang bersangkutan di seluruh wilayah di Indonesia," ujarnya.

Menurut Jasman, pasal 8 ayat 5 UU Kejaksaan, izin penyidikan dari Kejaksaan tidak diperlukan dalam penyidikan kasus ini dan juga ketentuan yang mengatur tersangka. Antasari dikenakan pasal 340 KUHAP terkait kasus yang membelitnya ini.

Pria yang lahir di Pangkalpinang pada 18 Maret 1953 ini bukan lagi termasuk dalam jajaran Jaksa di Kejagung.

Sehubungan dengan hal ini, Kejaksaan Agung merasa sangat prihatin bahwa AA dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin karena bagaimanapun kelanjutan perkara ini akan dilanjutkan ke Kejaksaan selaku penuntut umum.

===============

Hidayat: Jangan Politisasi Kasus Antasari!

Hidayat Nur Wahid

Sabtu, 2 Mei 2009 | 17:29 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap, kasus pembunuhan berencana yang diduga melibatkan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar tidak dipolitisasi. Oleh karena itu, menurut dia, kasus tersebut harus segera dituntaskan. Salah satunya, untuk menjamin pelaksanaan pilpres yang sehat dan bebas dari segala fitnah yang akan merugikan.

"Semoga permasalahannya segera selesai dan tidak mengacaukan konsentrasi dan harapan publik pada KPK dan tidak mengacaukan kerja KPK menuju pilpres. Supaya tidak ada politisasi dan menjadi bola liar yang bisa menyebabkan pilpres yang tidak sehat karena banyak fitnah yang sesungguhnya tidak berkaitan dengan politik," ungkap Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/5).

Penyelesaian kasus dengan cepat, dikatakan Hidayat, juga akan membuat duduk persoalan jelas serta tidak mengganggu kinerja institusi KPK yang sangat produktif selama ini. Mengenai penonaktifan Antasari sebagai Ketua KPK, menurutnya merupakan keputusan yang tepat. Ia juga meminta Presiden bertindak cepat menindaklanuti penonaktifan itu sesuai UU KPK.

"Saya kira tepat pimpinan KPK melakukan penonaktifan dengan cepat. Sangat tepat lagi kalau Presiden menindaklanjuti sesuai UU KPK," ujar Hidayat.

-------------
source : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/01/18331030/antasari.azhar.resmi.tersangka

Artikel Terkait Lainnya



0 Responses to "Antasari Azhar Resmi Tersangka"

Poskan Komentar